
Kapan Harus Ganti Ban? Ini Tanda-Tandanya – Ban adalah salah satu komponen paling vital pada kendaraan. Ia menjadi satu-satunya bagian yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan, menentukan kenyamanan, kestabilan, dan tentu saja keselamatan pengendara. Sayangnya, banyak pemilik kendaraan sering menunda penggantian ban hingga kondisinya benar-benar parah. Padahal, mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti ban bisa mencegah kecelakaan dan memperpanjang umur kendaraan.
Lalu, bagaimana cara mengetahui kapan ban harus diganti? Berikut tanda-tanda yang perlu kamu perhatikan.
Permukaan Ban Sudah Tipis atau Gundul
Tanda paling jelas bahwa ban perlu diganti adalah ketika permukaannya mulai menipis atau bahkan gundul. Setiap ban memiliki indikator keausan (tread wear indicator) berupa tonjolan kecil di sela-sela alur ban. Jika permukaan ban sudah sejajar atau lebih rendah dari indikator tersebut, artinya ban sudah tidak lagi memiliki daya cengkeram yang baik.
Ban yang gundul akan mudah tergelincir, terutama saat melintasi jalan basah. Risiko aquaplaning pun meningkat, di mana ban kehilangan traksi dan kendaraan bisa meluncur tanpa kendali. Oleh karena itu, segera ganti ban sebelum kondisi ini membahayakan perjalanan.
Muncul Retak atau Benjolan di Dinding Ban
Perhatikan juga bagian sisi atau dinding ban. Jika terlihat retak halus, sobekan kecil, atau benjolan, itu menandakan struktur ban sudah melemah. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti tekanan udara tidak sesuai, usia ban yang sudah tua, atau sering menghantam lubang dan trotoar.
Benjolan di ban menunjukkan adanya kerusakan pada lapisan serat dalam ban (ply), yang bisa menyebabkan ban pecah sewaktu-waktu. Dalam kondisi ini, mengganti ban bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban untuk menjaga keselamatan di jalan.
Getaran Tidak Normal Saat Berkendara
Jika kamu merasakan getaran berlebihan di setir atau bodi kendaraan, padahal jalan yang dilalui cukup halus, itu bisa menjadi sinyal ban sudah tidak seimbang atau rusak. Meskipun terkadang masalah ini berasal dari pelek atau suspensi, ban yang aus atau tidak rata juga dapat menjadi penyebabnya.
Getaran yang dibiarkan lama akan mempercepat keausan ban dan merusak komponen kendaraan lainnya. Sebaiknya, lakukan balancing dan rotasi ban secara berkala, dan bila getaran tetap terasa, segera periksa kondisi ban di bengkel terpercaya.
Umur Ban Sudah Melebihi Batas Aman
Ban memiliki umur pakai yang terbatas, bahkan jika jarang digunakan. Secara umum, produsen menyarankan penggantian setiap 3–5 tahun tergantung dari kualitas, kondisi jalan, dan cara berkendara.
Kamu bisa mengecek kode produksi ban yang tertera pada sisi ban, biasanya berupa empat angka — dua angka pertama menunjukkan minggu produksi, dan dua angka terakhir menunjukkan tahun. Misalnya, kode “3219” berarti ban diproduksi pada minggu ke-32 tahun 2019. Jika sudah lebih dari lima tahun, sebaiknya segera diganti, meski tampak masih bagus.
Tekanan Angin Sering Turun
Jika kamu harus mengisi udara ban lebih sering dari biasanya, bisa jadi terdapat kebocoran halus atau kerusakan pada dinding ban. Kadang penyebabnya tidak terlihat kasat mata, tetapi kondisi ini bisa sangat berbahaya jika dibiarkan.
Ban dengan tekanan rendah akan cepat panas, meningkatkan risiko pecah saat digunakan dalam kecepatan tinggi. Selain itu, tekanan ban yang tidak stabil juga memperburuk konsumsi bahan bakar dan mengurangi kenyamanan berkendara.
Pola Keausan Tidak Merata
Coba perhatikan pola keausan pada permukaan ban. Jika bagian tengah lebih aus dibanding pinggir, kemungkinan tekanan udara terlalu tinggi. Sebaliknya, jika bagian pinggir lebih aus, tekanan udara terlalu rendah. Keausan tidak merata juga bisa disebabkan oleh masalah pada sistem suspensi atau keseimbangan roda.
Selain membuat traksi tidak optimal, keausan yang tidak merata bisa mempercepat kerusakan ban. Lakukan pemeriksaan rutin setiap beberapa bulan dan sesuaikan tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.
Kesimpulan
Mengetahui kapan saat yang tepat untuk mengganti ban bukan hanya soal menjaga performa kendaraan, tetapi juga tentang keselamatan dan efisiensi. Ban yang aus, retak, atau terlalu tua bisa menjadi ancaman serius di jalan.
Lakukan pemeriksaan rutin, pastikan tekanan udara sesuai standar, dan jangan menunggu hingga ban benar-benar rusak untuk menggantinya. Mengeluarkan biaya sedikit lebih awal jauh lebih baik daripada harus menanggung risiko besar akibat kecelakaan. Dengan perawatan yang tepat, perjalananmu akan tetap aman, nyaman, dan efisien di setiap kilometer.