Gesits, Inovasi Motor Listrik Lokal dengan Performa Andal – Motor listrik Gesits adalah salah satu pencapaian besar industri otomotif Indonesia. Kehadirannya menandai langkah maju bangsa dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendukung tren global elektrifikasi transportasi. Nama “Gesits” sendiri merupakan singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS, hasil kolaborasi antara PT Garansindo dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Proyek Gesits bermula pada 2015, ketika kebutuhan kendaraan hemat energi dan rendah emisi semakin mendesak. Indonesia yang kaya akan sumber daya energi terbarukan seperti listrik dan panas bumi melihat peluang besar untuk menghadirkan produk otomotif yang kompetitif. Pemerintah pun memberikan dukungan penuh terhadap riset dan pengembangan Gesits sebagai motor listrik nasional pertama.
Setelah melewati berbagai uji coba, prototipe, dan penyempurnaan, Gesits resmi diproduksi massal pada 2019 oleh PT Gesits Motor Nusantara. Sejak itu, motor ini terus dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dengan respon positif, khususnya dari generasi muda yang ingin tampil modern sekaligus peduli lingkungan.
Desain Modern dan Ergonomis
Salah satu daya tarik utama Gesits adalah desainnya yang modern, sporty, dan futuristik. Secara visual, Gesits memiliki garis bodi tegas dengan lekukan aerodinamis yang memberi kesan dinamis. Dimensinya mirip dengan skuter matic bensin yang umum dipakai di Indonesia, sehingga mudah diadaptasi oleh pengguna yang sudah terbiasa.
Gesits dilengkapi dengan lampu depan LED yang hemat energi namun terang, panel instrumen digital yang informatif, serta bagasi luas untuk menyimpan helm atau barang bawaan. Posisi duduknya dibuat ergonomis sehingga nyaman dipakai baik untuk perjalanan singkat maupun jarak menengah.
Dari segi warna, Gesits menawarkan pilihan menarik sesuai karakter pengguna, mulai dari hitam elegan, merah sporty, hingga putih futuristik. Dengan tampilan tersebut, Gesits bukan hanya sekadar kendaraan, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern.
Performa dan Teknologi Baterai
Meski berstatus motor listrik lokal, performa Gesits tidak kalah dengan motor konvensional. Motor ini dibekali penggerak listrik bertenaga 5 kW yang mampu melaju hingga kecepatan sekitar 70 km/jam. Angka tersebut sudah cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan sehari-hari.
Gesits menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 72 Volt 20 Ah. Dalam kondisi penuh, motor ini dapat menempuh jarak sekitar 50–60 km. Jika menggunakan dua baterai, jarak tempuhnya bisa mencapai 100–120 km. Hal ini membuat Gesits ideal untuk aktivitas harian seperti berangkat kerja, kuliah, atau perjalanan dalam kota.
Waktu pengisian daya baterai Gesits berkisar 3–4 jam menggunakan charger standar. Menariknya, sistem baterai Gesits sudah mendukung model swappable battery. Artinya, pengguna dapat mengganti baterai kosong dengan yang sudah terisi di stasiun penukaran, sehingga tidak perlu menunggu lama untuk mengisi daya.
Selain itu, Gesits juga dibekali teknologi regenerative braking yang membantu mengisi ulang baterai saat motor melakukan pengereman. Inovasi ini menambah efisiensi energi sekaligus memperpanjang umur baterai.
Kelebihan Gesits dibanding Motor Konvensional
Gesits menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan motor berbahan bakar bensin:
- Ramah Lingkungan – Tidak menghasilkan emisi gas buang, mendukung pengurangan polusi udara di perkotaan.
- Biaya Operasional Murah – Pengisian daya baterai jauh lebih hemat dibanding membeli bensin. Estimasi biaya perjalanan 1 km dengan Gesits hanya sekitar Rp 100–200.
- Perawatan Mudah – Tidak ada oli mesin, busi, atau filter udara yang harus rutin diganti. Komponen utamanya lebih sedikit dan sederhana.
- Suara Senyap – Nyaman digunakan di jalanan padat karena tidak menimbulkan kebisingan.
- Teknologi Modern – Sudah dilengkapi panel digital, sistem keyless, dan konektivitas ke aplikasi smartphone.
Dengan kelebihan ini, Gesits menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa kehilangan kenyamanan berkendara.
Dukungan Infrastruktur dan Ekosistem
Kesuksesan motor listrik tidak hanya bergantung pada produknya, tetapi juga pada ekosistem pendukung. Untungnya, pemerintah Indonesia telah mulai membangun infrastruktur untuk kendaraan listrik, termasuk stasiun pengisian daya umum (SPKLU) dan stasiun penukaran baterai.
Gesits bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan battery swap, terutama di kota-kota besar. Langkah ini akan semakin memudahkan pengguna Gesits dalam melakukan pengisian daya tanpa khawatir kehabisan baterai di perjalanan.
Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi pembelian motor listrik untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Gesits termasuk dalam daftar motor yang mendapatkan subsidi tersebut, sehingga harganya menjadi lebih terjangkau.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski memiliki banyak kelebihan, Gesits masih menghadapi beberapa tantangan. Harga baterai yang cukup tinggi, keterbatasan jaringan charging, dan edukasi masyarakat menjadi pekerjaan rumah besar. Tidak semua orang langsung yakin untuk beralih dari motor bensin ke listrik, terutama karena faktor jarak tempuh dan ketersediaan stasiun pengisian.
Namun, dengan dukungan pemerintah, perkembangan teknologi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, prospek Gesits ke depan sangat cerah. Bahkan, ada harapan bahwa Gesits bisa menembus pasar ekspor dan menjadi kebanggaan Indonesia di kancah global.
Kesimpulan
Gesits hadir sebagai motor listrik karya anak bangsa yang membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dalam industri otomotif modern. Dengan desain sporty, teknologi baterai canggih, serta biaya operasional yang jauh lebih hemat, Gesits menawarkan solusi mobilitas ramah lingkungan bagi masyarakat perkotaan.
Dukungan infrastruktur, subsidi pemerintah, serta terus berkembangnya ekosistem kendaraan listrik membuat masa depan Gesits semakin cerah. Meski masih ada tantangan, Gesits memiliki potensi besar untuk menjadi ikon kendaraan listrik Indonesia.
Pada akhirnya, Gesits bukan hanya sekadar motor listrik, tetapi juga simbol inovasi, kemandirian, dan kebanggaan bangsa dalam memasuki era transportasi modern yang lebih bersih dan berkelanjutan.